Bahasa arab adalah mata pelajaran yang sangat kompleks, karena terdiri dari berbagai terapan ilmu pengetahuan yang mencakup empat kecerdasan, sehingga  membutuhkan guru yang kompeten dalam penguasaan materi dan pengelolaan kelas, terutama dalam hal pemanfaatan media pembelajaran atau penciptaan suasana yang nyaman guna menarik minat belajar para siswa-i. Karena sejauh ini bahasa arab masih belum banyak diminati para siswa-i jika dibandingkan dengan bahasa ingris, hal tersebut dikarenakan bahasa arab belum populer dikalangan masyarakat, serta anggapan bahwasanya bahasa arab adalah ilmu yang rumit dan sulit untuk dipelajari.
Mengajarkan bahasa Arab tidak mudah, diperlukan usaha yang sangat besar dari guru, juga dibutuhkan fasilitas yang memadai, serta pemilihan metode yang sangat tepat bagi mereka. Guna mengairahkan minat belajar siswa-i dan memudahkan penyerapan materi serta pemahaman materi bahasa arab yang disampaikan.
Disini saya akan mengenalkan bahasa Arab dengan metode pengenalan gambar, berikut gambar-gambar dan kosa kata bahasa Arabnya.



Semoga bermanfaat :D

Dengan kemampuan menalar ini dapat menyebabkan manusia mamusia mampu mengembangkan pengetahuannya yang merupakan rahasia kekuatan dan kekuasaannya sendiri. Manusia itu mengembangkan pengetahuannya dengan menggunakan Adat dan hawa, dan setelah itu manusia itu juga harus berbekalkan pengetahuan, tanpa adanya pengetahuan, manusia tidak akan mengetahui mana yang buruk dan mana yang baik.
Manusia mengembangkan pengetahuannya dengan cara mengatsasi kelangsungan hidupnya. Memikirkan kehidupan baru, mencari pengalaman, untuk lebih mengetahui kelangsungan hidupnya,  dan mengembangkan kebudayaannya. Manusia adalah mahluk yang harus dapat mengembangkan kebudayaan yang dialami sekitar, member makna dalam kehidupannya, dan dapat memanusiakan diri dalam hidupnya.
Pengetahuaan  ini mampu dikembangkan manusia melalui dua hal, yaitu, pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan fikiran yang melatar belakangi informasi. Dengan bahasa juga manusia dapat dengan mudah member informasi anatara satu dengan yang lainnya. Hal yang kedua, manusia mempunyai kemampuan berfikir, menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu. Dapat juga disebut sebagai penalaran.

A. Hakikat Penalaran

Menurut buku ini penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang berfikir,merasa dan bersikap, dan bertindak. Semua ini hanya bersumber kepada pengetahuan. Jadi tanpa adanya suatu pengetahuan, manusia akan susah untuk mengetahui hal-hal yang ada disekitarnya. Pada intinya penalaran merupakan kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran.
Ciri-ciri penalaran , ciri yang pertama ialah adanya suatu pola berfikir yang luas dapat disebut logika. Kegiatan penalaran merupakan suatu proses berfikir logis, dimana  logis disini hars diartikan sebagai kegiatan berfikir suatu pola tertentu, atau perkataan lain menurut logika tertentu.
Ciri yang kedua adalah, sifat anitik dari proses berfikirnya. Penalaran ilmiah merupakan suatu kegiatan analisis yang menggunakan logika alamiah, dan begitu juga dengan penalaran yang lain membutuhkan lagika yang lain pula.
Perasaan merupakan suatu penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran. Kegiatan berfikir juga ada yang tidak berdasarkan penalaran umamanya adalah intuisi. Intuisi merupakan kegiatan berfikir yang nonanalitik yang tidak berdasrkan diri kepada pola berfikir tertentu.  Secara luas dapat kita katakana bahwa cara berpikir masyarakat dapat dikatagorikan kepada cara berpikir analitik yang berua penalaran dan cara berpikir yang nonanalitik yang berupa intuisi dan perasaan.
Pengetahuan juga dapa kita tinjau dari sumber yang memberikan pengetahuan tersebut. Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalarn deduktif (terkait dengan rasionalisme) dan induktif(dengan cara empirisme).

B. Logika

Logika sendiri dapat diartikan sebagai pengkajian untuk berfikir secara shahih (valid). Ada dua jenis cara penarikan kesimpulan, yaitu secara inuktif yaitu berhubungan erat dengan cara penarikan secara kasus individual, nyata yang menjadi kesimpulan yang bersifat nyata. Sedangkan yang ke dua logika secara deduktif yaitu logika yang bersifat umun yang ditarik menjadi kesimpulan yang bersifat  khusus. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa pearikan kesimpulan tergantung dari tiga hal, yaitu kebenaran premis mayor, premis minor dan kesimpulan.

C. Sumber Pengetahuan

Pada dasarnya sumber dalam pengetahuan itu ada dua yaitu yang pertama berdasarkan kepada rasio, dan yang kedua bedasarkan kepada pengalaman.
 Pengetahuan dengan cara rasio adalah pengetahuan dengan cara menggunakan metode deduktif. Premis yang diunakan dalam penalarannya didapatkan dari ide yang menurut anggapannya jelas dan dapat diterima.  Sedangkan pengetahuan secara empiris (pengalaman) bahwa pengetahuan manusia tu bukan didapatkan lewat penalaran rasinal yang abstrak namun lewat pengalaman yang kongkrit. Dan pengalaman ini dapat dinyatakan lewat tangkapan pencindera manusia.
selain rasio dan pengalaman, ada pula sumber  pengetahuan adalah intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Sedangkan wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-nabi yang diutusnya sepanjang zaman. Pengetahuan ini didasarkan kepada kepercayaan akan hal-hal yang gaib(supernatural).

D. Kriteria Kebenaran

Bahwasannya apa yang kita anggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dngan penyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Paham lain adalah kebenaran yang berdasarkan teori korespondensi, atau bias disebut smua pernyataan itu adalah benar. Jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

Bagi seorang pragmatism aka kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.